Kategori
#PakeGue Narasi NgomonginHal

Kehilangan Memori

Kadang kita melakukan hal yang baik aja, belum tentu yang datang kepada kita juga hal yang baik. Bayangkan apa yang terjadi kalau kita melakukan sesuatu yang buruk kepada seseorang. Entah seburuk apa nanti balasannya pula. Begitulah hidup, kata seseorang.

Hari ini gua berbagi kueni yang kebetulan lagi panen, berguguran yang berasal dari pohon kueni didepan rumah gua. Karena jumlah buahnya banyak banget, yaudah gua bawain satu plastik untuk dibagiin ke temen-temen terdekat. Dan reaksi mereka bahagia, berucap terima kasih. Gua senang banget dong.

Balik kerumah, gua dengerin lagu yang tadi gua unduh. Gua tekan play, dan alun-alun nada Wonder dari Shaun Mendes pun terlantunkan.

Entah dari mana datangnya keinginan ini, gua tiba-tiba kepingin optimasi memori di ponsel gua. Akhirnya gua pindah dari aplikasi Music ke aplikasi Device Care di bagian settings. Gua tekan tombol Optimise dan proses pembersihan mulai berlangsung.

Tiba-tiba, lagu berhenti dan muncul notifikasi yang menunjukkan Kartu SD gua tiba-tiba korup dan musik tidak bisa di mulai lagi. Gua masih bersikap tenang dan santai.

Ah palingan cuma eror dikit. Ntar di-restart juga balik kok ke default settings.

Ternyata gua salah.

Ketika gua memulai ulang ponsel, notifikasinya malah berubah menyarankan gua untuk ngeformat Kartu SD-nya. Ah, udah mulai ga bener nih, pikirku. Gua coba pindahin Kartu SD-nya ke ponsel lain, tapi kasusnya tetap sama, ga kedeteksi di ponsel mana aja.

Gua coba jalankan sedikit pengetahuan gua soal Tech, yaitu proses recovery. Kartu SD-nya gua masukin ke Card Reader, dan gua colokin ke Laptop. Gua jalankan beberapa metode recovery dengan fitur bawaan Windows, pakai tutorial scripting, hingga pakai aplikasi Pemulih, semuanya gagal.

Data gua di Kartu SD hilang semua.

Mungkin ya ini tindakan gua paling ceroboh yang pernah gua lakuin. Gua coba mikir, ini Kartu SD bisa diklaim garansi ga sih. Gua coba telisik lagi histori pembelian Kartu-SD ini, ke salah satu Toko Oranye. Ternyata tanggal pembeliannya itu sudah 2 tahun yang lalu.

Syarat klaim garansinya harus menyertakan kemasan dan invoice pembayaran yang tentu saja entah kemana gua taruh. What do you expect from things that i bought from two years ago? Ajaib kalau masih ada.

Klaim garansi, no hope. Recovery data, no hope.

Yaudah deh, beli Kartu-SD baru aja. Dan kali ini gua kudu investasi sebaik-baiknya. Gua pengen beli Kartu-SD yang beneran bagus dari Official Store dan jelas mekanisme pengajuan garansinya. Gua ga mau ada kendala seperti ini lagi deh di masa depan.

Untuk meringankan beban pikiran, gua coba menceritakan masalah ini ke Ka Tea, yang untungnya moodnya lagi enak diajak ngobrol. Ralat, kalau Ka Tea ngobrol sama gua, kayaknya emang selalu good mood deh. Vice versa.

Dan reaksinya begini.

Maaf ya Mas David GadgetIn yang saya taruh wajahnya jadi stiker obrolan saya.

Yaudah deh kehilangan memori memanglah menyakitkan, tapi kesempatan untuk membuat memori dan kenangan baru patut untuk disambut dengan antusias. Anggep ini pelajaran hidup aja deh, jangan ceroboh dalam urusan eject file atau segala hal yg berbau penyimpanan. Dan satu lagi, gua lupa backup Kartu-SD ini dengan membuat salinannya di partisi laptop gua.

Biasanya gua ingat sih, tapi karena belakangan ini ga ada insiden soal kehilangan data, jadi gua ngerasa aman aja gitu. Padahal backup itu gua sarankan dan ingatkan, emang selalu penting. Selalu simpan data di tempat yang berbeda.

Sekian dulu buat tulisan hari ini. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya.

Medan, 25 Januari 2021

Oleh Alden

Hai. Saya Alden, alter-ego dari Pieter Mardi, pemilik blog pribadi hypeter.com Selayaknya instagram second account, ini adalah blog kedua milik saya. Selamat menikmati. Hubungi via email kontak@hypeter.com

Tidak sengaja mengetik typo saat berkomentar tidak akan membuatmu dieksekusi. Cobalah!

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.