Kategori
#PakeGue Narasi Ngomongin Lagu

Songs that remind me of memories i’ve never had.

Jadi, gini.

Gua lagi kangen banget dengan seseorang. Bukan merindukan kenangan atau momen yang pernah dihabiskan bersama, justru karena dalam konteks ini, gua dan dia belum pernah sama sekali ketemu. Gua belom minta izin dari dia untuk ngepos tentang dirinya dan menyebut namanya disini, jadi gue bakal sebut aja namanya Tea.

Bahkan di beberapa kesempatan, gua sering manggil dia Ka Tea yang tentu saja sangat kerasa ew banget, tapi itulah sebuah unsur kecil yang luckily membuat relasi kami tetap kerasa fun setiap hari.

Mungkin terdengar konyol, tapi gua dan dia ketemuan di salah satu aplikasi chatting online. Aplikasinya tidak terlalu se-terkenal Tinder atau aplikasi lainnya. Techincally, itu aplikasi pencari jodoh, dan aplikasi yang kami gunakan lebih mengarah ke anonymous chat gitu. Jadi bisa ngobrol dan diskusi banyak hal, tanpa harus tau foto profil, identitas sebenarnya, dan informasi pribadi lainnya.

Orang-orang bilang kenalan dari aplikasi online begituan terdengar konyol, dan biasanya ga bertahan lama. Bahkan, salah satu temennya Ka Tea ini rada-rada ragu gitu, hingga dia pernah bilang kalau “Jika relasi kalian bertahan lebih dari 3 bulan, berarti dia emang beneran serius”

Well, its already 2 years until today, hoho. Beneran ga kerasa udah dua taun lebih jalani relasi beginian. Tapi, beberapa momen belakangan ini, ada serentetan insiden yang membuat relasi kami agak terguncang. Apalagi tentang kesamaan prinsip.

Oke, terguncang. Akhirnya balik jadi temenan doang, tanpa embel-embel kata-kata romantis atau things we used to do. Melalui struggle yang gua alami dalam relasi seperti ini, gua diajarkan untuk tidak berekspektasi apa-apa untuk menuju hubungan yang lebih serius.

Karena tidak lagi terikat relasi abu-abu antara temenan dekat dan pacaran onlen, efeknya jelas paling kerasa. Dari awalnya paling sering ngobrol dan telponan, sekarang intensitasnya berkurang drastis. Ketika ada kesempatan ngobrol pun, kadang sering stuck dan berhenti begitu aja.

Beberapa hari ga ngobrol, seperti seminggu terakhir ini membuat gua lebih sering bergulat dengan Spotipai atau Yutub untuk memilih lagu-lagu yang idealnya cocok dengan keadaan gua sekarang. Most of them, lagu tentang perasaan kangen, what it feels to be alone, atau sekedar lagu penyemangat biar ga selamanya terjebak di arus kerinduan seperti ini.

Dan ternyata asik juga dengerin lagu di Yutub begitu. Apalagi berselancar di kolom komentar untuk menemukan orang-orang senasib yang lagi ngalemin struggle yang sama dengan gue.

Dan rasanya wah. Untuk menemukan orang-orang yang relate dengan pemasalahan hidup gua, asik aja gitu. Beberapa lagu yang gua dengerin selalu punya komentar unik dari para pendengarnya.

Most of them kadang berbunyi seperti ini

His songs always that remind me of memories i’ve never had.

Damn, xxx (artist name) songs is sooo good, gave me memories about my ex that i’ve never had.

dan beberapa template komentar yang rada-rada mirip, tapi formatnya tetap sama. Jadi gua memutuskan untuk dengerin lagu-lagu seperti itu di masa-masa seperti ini.

Lagu-lagunya yaaa seperti ini.

Lagu paling underrated dari gnash yang relate dengan relasi gua dan Ka Tea. Coba deh telisik liriknya.

Ini bagian verse-nya

I tried to fill the space
Forgive for my mistakes
You just can't be replaced
You just can't be replaced
I can't forget your face
Come home, don't fade away
You just can't be replaced

Liriknya sederhana, ga terlalu dalam, tapi ketika lagunya bener-bener relate dengan kehidupan gua, ya dalem hati bakal ngomong asem ini lagu terbaik yang pernah gua dengerin.

Gua punya banyak kesalahan, sering salah ucap dalam berkomunikasi, dan yang paling parah jika itu udah menyangkut soal prinsip. Tapi, tetap dia sosok yang bener-bener irreplaceable dalam menerima dan menghandle kekurangan yang gua miliki. Ah, she just cant be replaced. Semoga lu mafin gua ya, Kak Tea.

Dean Lewis yang suaranya fav gua banget, dipadu dengan EDM Pop yang ga terlalu agresif dari Martin Garrix (karena dulu doi hobi bikin lagu yang dropnya hard bgt dan bassnya yang agresif), jadi paduan sempurna untuk semakin membuat gua tenggelam dlm kerinduan. Bengek hyuuuunnngg

Salah satu penggalan liriknya yang paling gua suka

We used to hold hands, now I dance alone
We had Springsteen playing so loud
We danced in the dark 'til it felt like home
With you, home was anywhere

dan di bagian bridge-nya

Be talking through the night, you laying by my side
You were always there to heal my scars
And into the dawn I do my best to try and find some sleep
But you still keep me up

Walau kenyataannya, gua dan Ka Tea beneran ga pernah ketemuan dan berdansa bareng seperti bunyi liriknya, tapi lirik ini beneran menggambarkan relasi yang begitu dekat, namun jadi kerasa sendiri dan kesepian sekarang ini. Ka Tea udah kerasa seperti rumah kedua bagi gua sendiri, tempat gua berpulang dari segala keresahan dunia.

But we can't go back to the way that we used to love
Never apart you're still running through my blood
But we can't go back to the way that we used to love

Walaupun udah sempat menjalani momen-momen manis seperti dulu, but we can go back to the way the way we used to love. Rasanya bakal beda, entah ada sensasi lain yang ga bisa dijelaskan pakai kata-kata.

Emang bener kata orang-orang. you never know what you have until it’s gone. Kalimat seperti ini yang coba ditegaskan Kygo bareng OneRepublic lewat lagu ini. Orang-orang, khususnya gua sendiri, kadang ga mengerti seberapa pentingnya seseorang dalam hidup, sampai akhirnya dia pergi.

Sepenggal lirik di awal yang juga favorit gua.

It's a classic "me" mistake
Someone gives me love and I throw it all away
Tell me have I gone insane?
Talkin' to myself but I don't know what to say
Sometimes you gotta lose somebody
Just to find out you really love someone

Apalagi alesannya hanya sekedar bosan, atau kurangnya variasi dalam relasi. Thats not a valid excuses. Terlalu mudah mencampakkan relasi yang dimulai dari 0, lalu meninggalkannya begitu saja karena bosan. Fase-fase kangen seperti ini bakal tiba kalau misal itu terjadi. Kehampaan dan kerinduan yang ga ada gunanya.

Tapi sejujurnya gua belom siap untuk beneran kehilangan Ka Tea dan melihatnya nyaman dengan kasih dari pria lain. Tapi, entahlah, jika itu beneran terjadi, anggap aja ini sebuah pelajaran untuk tidak melepaskan seseorang yang dikasihi hanya karena masalah sepele.

Ka Tea sebenarnya ga pernah pergi, dan gua engga kehilangan dia sama sekali. Hanya aja relasinya stagnan, dan seperti berjalan di tempat. Like i always remember, i dont expect anything at the moment, until we finally met. Itulah batas yang menghindari gua untuk jatuh semakin dalam ke jurang penyesalan, perselisihan prinsip, dan insiden lainnya.

M83 is the most underrated band ever. Gua tau salah satu lagu mereka yang berjudul Wait dari film The Fault in Our Stars. Selanjutnya, you can call me a M83 fan. Lagu yang mereka produksi beneran berkualitas, beda dari yang lain.

My Tears are Becoming a Sea ialah salah satu masterpiece dari album mereka, Hurry Up We’re Dreaming. Format lagunya lebih cenderung mirip OST ketimbang lagu konvensional. Tapi walaupun liriknya hanya sepenggal, tapi seriously, gua beneran menjadikannya sebagai motivasi buat mempertahankan relasi dengan Ka Tea.

Penggalan liriknya yang jadi favorit gua.

I'm slowly drifting to you (you) 
The stars and the planets 
Are calling me 
A billion years away from you 
I'm on my way 
I'm on... 
I'm on...

Walaupun rasanya jarak dengan Ka Tea seperti jutaan tahun, tapi tetap aja sekarang ini sedang dalam proses berjumpa dengannya. Ya, walaupun gua sendiri ga bisa memastikan waktunya kapan, tapi tetap aja percaya kalau waktunya bakal datang. Secercah optimisme menyeruak dari sekumpulan perasaan pesimis dan ketidakyakinan untuk melanjutkan relasi seperti ini.

Ed Sheeran never dissappoint me. Semua lagunya dari album +, Divide, 5, X, hingga No 6 Collaboration Project adalah masterpiece. Tapi lagi Best Part Of Me yang dinyaniin bareng YEBBA ini beneran got me deep in my heart, haha.

Penggalan liriknya disini membuat gua kadang ga bisa mengontrol diri lagi. Kadang bawaannya pengen nyerah dalam relasi, dan kadang bertanya-tanya dalam hati why am i deserve such love from her.

But she loves me, she loves me 
Why the hell she love me 
When she could have anyone else? 
Oh you love me, you love me 
Why the hell do you love me? 
'Cause I don't even love myself 

Baby, the best part of me is you 
And lately everything's making sense too 
Oh baby, I'm so in love with you

Ketika beberapa kali menemui jalan buntu dalam persamaan prinsip atau hampir menyerah dalam memperjuangkan relasi, gua beberapa kali mikir, kenapa dia ga meninggalkan gua begitu aja. Gua bakal berusaha menerima, karena tetap melanjutkan relasi seperti ini hanya wasting time and energy.

But here we are, we’re in the final steps that decides the future of this relationship. Langkah yang perlu ditempuh hanya ketemu, dan kalau bisa mengusahakan diri untuk menghabiskan waktu dalam rentang yang cukup lama. Thats enough for me.


Thank you udah membaca tulisan gua kali ini. Terima kasih juga buat Ka Tea yang setia menemani hingga saat ini, dan gua harap keinginan kita bersama bisa terwujud dalam waktu dekat.

Btw, gua akan lebih sering nulis di blog yang ini, karena gua bebas menulis apa saja dengan gaya bahasa yang menurut gua nyaman. Sekali lagi, terima kasih.

Jika ada komentar dan tanggapan, bisa ditaruh di kolom komentar dibawah. Sampai jumpa di tulisan gua selanjutnya.

Medan, 24 Januari 2021.

Oleh Alden

Hai. Saya Alden, alter-ego dari Pieter Mardi, pemilik blog pribadi hypeter.com Selayaknya instagram second account, ini adalah blog kedua milik saya. Selamat menikmati. Hubungi via email kontak@hypeter.com

Tidak sengaja mengetik typo saat berkomentar tidak akan membuatmu dieksekusi. Cobalah!

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.